Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Umar Farooq
NEW YORK
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat mulai melakukan pemeriksaan medis sekunder pada anak-anak migran setelah dua anak meninggal dalam tahanan.
CBP mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap semua anak dalam tahanan, dengan fokus pada mereka yang berusia kurang dari 10 tahun.
Pengumuman itu menyusul tewasnya seorang bocah Guatemala setelah ditangkap oleh agen perbatasan bersama keluarganya karena menyeberang ke AS secara ilegal.
Menurut lembaga tersebut, anak itu menunjukkan gejala-gejala penyakit pada Senin dan dibawa ke rumah sakit di New Mexico, di mana dia meninggal pada hari berikutnya.
Sebelumnya, seorang gadis Guatemala berusia 7 tahun juga meninggal di tahanan AS pekan lalu karena syok septik.
Pernyataan CBP itu juga menyerukan dukungan dari lembaga-lembaga lainnya, termasuk Penjaga Pantai dan Badan Manajemen Darurat Federal, untuk melakukan pemeriksaan medis.
Komisaris CBP Kevin McAleenan mengatakan kepada CBS News bahwa mereka membutuhkan pendekatan yang berbeda
"Kami membutuhkan bantuan dari Kongres. Kami perlu anggaran untuk perawatan medis dan perawatan kesehatan mental untuk anak-anak di fasilitas kami," tambahnya.
Migran dari Amerika Tengah kian berupaya mencapai AS di tengah kemiskinan dan kekerasan yang meluas di wilayah tersebut.
Kelompok besar yang secara kolektif dikenal sebagai "karavan" memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang kemudian mengerahkan personel militer di sepanjang perbatasan dalam upaya untuk menggagalkan potensi penyeberangan ilegal.