Muhammad Abdullah Azzam
20 November 2017•Update: 21 November 2017
Mustafa Deveci
ANKARA
Satu dari lima serangan udara pasukan koalisi anti-Daesh pimpinan AS di Irak menewaskan korban sipil.
Menurut New York Times, korban serangan udara Amerika terhadap Daesh di Irak 31 kali lebih banyak daripada angka yang dirilis Pentagon.
Dari pengamatan di lapangan, banyak korban sipil tidak tercatat dalam laporan pasukan koalisi. Beberapa warga sipil yang menjadi korban dituduh menjadi simpatisan Daesh.
Dalam berita tersebut, sebanyak 2.800 sipil tewas di Irak dalam 14.000 serangan udara sejak 2014. Sedangkan pemerintah AS mengatakan hanya 89 sipil tewas dalam serangan udara.
Wilayah yang diserang bukan basis Daesh
New York Times juga menerangkan daerah yang diserang pasukan koalisi sebagian besar bukan wilayah Daesh.
Menurut organisasi pemantau independen Airwars, lebih dari tiga ribu warga sipil tewas dalam serangan udara sejak Agustus 2014. Namun, pemerintah AS mengumumkan hanya 466 jumlah warga sipil terbunuh dalam operasi udara.
Airwars juga menyebut sejak Agustus 2014 koalisi yang dipimpin AS telah melakukan 28.353 serangan udara di Suriah dan Irak dan menewaskan 5.961 warga sipil.