Muhammad Abdullah Azzam
18 Juni 2019•Update: 19 Juni 2019
Enes Canlı
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengkritik Ikhwanul Muslimin pada malam setelah Mohamed Morsi meninggal dunia pada Senin.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sedikit pun tak memberikan respons atas Morsi yang wafat saat menjalani persidangan.
Sementara akun media sosial resmi Kemlu Saudi malah merilis satu posting yang menyerang Ikhwanul Muslimin.
Dalam postingan Kemlu Saudi itu diungkapkan bahwa organisasi tersebut "tidak mewakili Islam dan merusak stabilitas masyarakat".
Selain itu terdapat gambar tangan berdarah yang menyatakan "Organisasi Ikhwanul Muslimin adalah sumber teror".
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan pendukung utama kudeta militer berdarah terhadap Mohammad Morsi, presiden pertama yang terpilh dalam pemilu transparan di Mesir oleh Kepala Militer dan Menteri Pertahanan saat itu Abdel Fattah al-Sisi pada musim panas 2013 lalu.
Negara-negara monarki Teluk semisal Saudi dan Emirat meluncurkan kampanye hitam secara sistematis di lokal, regional dan internasional untuk melawan Ikhwanul Muslimin. Ini karena kedua negara tersebut merasakan ancaman dari Ikhwanul Muslimin, aktor politik utama di negara-negara Arab Spring dan juga memiliki pengalaman demokrasi di negara dengan populasi terbesar di dunia Arab.
Sementara pemerintah Mesir di bawah rezim al-Sisi mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris pada tahun 2014.
Morsi meninggal dunia pada usianya yang ke-67 tahun, Senin kemarin saat menjalani persidangan atas dakwaan melakukan kegiatan mata-mata.