Ali Murat Alhas
04 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Kepala PBB mendesak Sabtu "gencatan senjata langsung" di Libya yang lelah perang di mana Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui internasional memerangi pasukan yang berafiliasi dengan Jenderal Khalifa Haftar.
Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menginginkan "kembali ke dialog politik oleh semua pihak," kata PBB dalam sebuah pernyataan.
"Setiap dukungan asing kepada pihak-pihak yang bertikai hanya akan memperdalam konflik yang sedang berlangsung dan semakin mempersulit upaya untuk mencapai solusi politik yang damai dan komprehensif," kata pernyataan tersebut.
Pernyataan menegaskan bahwa pelanggaran terus-menerus dari embargo senjata Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang diberlakukan pada 2011 akan memperburuk keadaan.
"kepatuhan ketat terhadap embargo sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penghentian permusuhan,” kata peryataan tersebut.
Sejak penggulingan pemimpin lama Muammar Khaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab dan satu lagi di Tripoli, yang menikmati pengakuan PBB dan internasional.