Ali Murat Alhas
04 Januari 2020•Update: 05 Januari 2020
Hamdi Yildiz
BAGHDAD
Hashd al-Shaabi, atau Unit Mobilisasi Populer (PMU), membantah tuduhan serangan udara Sabtu yang diduga membunuh komandan militer dalam sebuah konvoi.
Kantor Berita Irak (INA) mengutip pernyataan komite Hashd al-Shaabi yang mengatakan kelompok itu mengklaim laporan kematian komandan tidak benar karena serangan itu menyerang konvoi kesehatan di Baghdad.
Hashd al-Shaabi tidak memberikan rincian tentang serangan itu.
Berita tentang pemogokan itu terjadi sehari setelah AS memastikan pemogokan yang menewaskan jenderal top Iran Qassam Soleimani andy al-Muhandis, wakil presiden Hashd al-Shaabi.
Pemerintah Iran berjanji untuk membalas dendam kematian Soleimani, dan Presiden Hasan Rouhani mengatakan pembunuhan jenderal itu menggandakan tekad rakyat Iran untuk melawan kemajuan AS dan mempertahankan nilai-nilai Islam.
Soleimani adalah komandan lama Pasukan Quds Pengawal Revolusi Iran, yang telah ditunjuk sebagai kelompok teror oleh AS.
Kelompok itu diperkirakan memiliki 20.000 anggota.