Recep Sakar
10 November 2018•Update: 11 November 2018
Recep Şakar
MELBOURNE
Seorang pria yang membakar kendaraannya lalu menikam tiga orang, salah satunya tewas, di sebuah jalan utama di kota Melbourne, Australia, disinyalir memiliki hubungan dengan kelompok teroris.
Kepala Polisi Victoria Graham Ashton mengatakan dalam sebuah konferensi pers, peristiwa pembakaran kendaraan diikuti penikaman terhadap orang-orang disekitarnya di ruas jalan utama kota Melbourne itu memiliki hubungan dengan aksi serangan terorisme.
Ashton mengungkapkan, pelaku pria berusia 31 tahun yang tak disebutkan namanya itu tewas di rumah sakit setelah menderita luka parah akibat tertembak polisi karena berusaha melawan saat hendak diamankan.
“Kami menganggap serangan itu sebagai aksi terorisme karena latar belakang identitas penyerang tersebut," ujar Ashton.
Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengutuk serangan tersebut.
"Aksi terorisme telah menghantam jantung kota kami. Peristiwa yang mengerikan terjadi di kota dan negara bagian kami,” ucap Andrews.
Seorang pria yang tak disebutkan namanya menyerang orang-orang di sekitarnya dengan pisau usai membakar mobilnya di jalan utama Kota Melbourne, insiden tersebut menyebabkan seorang pria tewas serta melukai dua pria lain yang berusia 26 dan 58 tahun.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian mencoba menghentikan aksi pria tersebut. Polisi menembaknya dan pelaku penyerangan itu tewas setelah dilarikan ke rumah sakit dengan luka parah di dadanya.