Gokhan Ergocun
12 Mei 2022•Update: 13 Mei 2022
ISTANBUL
Perusahaan multinasional Jerman Siemens pada Kamis mengumumkan akan keluar dari pasar Rusia akibat perang di Ukraina.
"Perusahaan telah memulai proses untuk menghentikan operasi industri dan semua kegiatan bisnis industri," kata Siemens dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan, yang mempekerjakan sekitar 3.000 warga di Rusia, telah menunda semua bisnis dalam pengiriman internasional ke Rusia dan Belarusia setelah dimulainya perang sejak Februari.
Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk "demiliterisasi" dan "denazifikasi" Ukraina.
Namun bagi negara-negara Barat, ini adalah perang agresi dan mereka telah menjatuhkan sanksi berat sebagai respons.
"Ini bukan keputusan yang mudah, mengingat kewajiban kami untuk menjaga karyawan dan hubungan pelanggan yang sudah terjalin lama, di pasar tempat kami telah aktif selama hampir 170 tahun," kata Roland Busch, CEO Siemens.
"Kami sedang mengevaluasi dampak pada karyawan kami dan kami akan terus mendukung mereka dengan kemampuan terbaik kami. Pada saat yang sama, kami memberikan bantuan kemanusiaan kepada rekan-rekan kami dan warga Ukraina serta berdiri bersama masyarakat internasional dalam menyerukan perdamaian,” ucap Busch.