ISTANBUL
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menunjuk Ranil Wickremesinghe sebagai perdana menteri baru di negara yang dilanda krisis ekonomi dan politik, menurut media lokal pada Kamis.
Presiden Rajapaksa menunjuk anggota parlemen oposisi Wickremesinghe sebagai perdana menteri baru, lapor kantor berita Sri Lanka News 1st.
Politisi berusia 73 tahun itu telah dilantik sebagai Perdana Menteri Sri Lanka lima kali sebelumnya, ungkap Gotabaya Rajapaksa.
Sebelumnya pada Kamis, presiden Sri Lanka menjanjikan perubahan untuk memperkuat parlemen negara itu.
“Pemerintah yang baru akan diberi kesempatan untuk menghadirkan program baru & diberdayakan untuk memajukan negara. Selanjutnya, langkah-langkah akan diambil untuk mengubah konstitusi untuk memberlakukan kembali isi Amandemen ke-19 untuk lebih memberdayakan Parlemen,” tulis Rajapaksa di Twitter.
Apa yang terjadi di Sri Lanka
Masyarakat turun ke jalan pada akhir Maret guna memprotes pemadaman listrik selama berjam-jam setiap hari dan kekurangan makanan, bahan bakar, dan barang-barang vital lainnya setelah kekurangan valuta asing menyebabkan krisis ekonomi terburuk di negara pulau itu.
Pada Senin kemarin, bentrokan meletus antara pendukung pemerintah dan pengunjuk rasa yang berkumpul di sekitar Kantor Perdana Menteri, dan pasukan militer dikerahkan ke ibu kota Kolombo.
Di tengah meningkatnya tekanan dari pihak oposisi, Mahinda Rajapaksa pun mengundurkan diri dari jabatannya.
Pemerintah mengumumkan aturan jam malam secara nasional dan memerintahkan pasukan untuk menembaki siapa pun yang menjarah properti publik atau menyebabkan korban jiwa.
Selama aksi protes secara nasional, delapan orang, termasuk seorang wakil partai yang berkuasa dan dua petugas polisi, tewas dan hampir 250 orang lainnya terluka.