Erric Permana
25 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia dan Sri Lanka sepakat melakukan kerja sama di sektor ekonomi dan perdagangan.
Kerja sama ini dilakukan dalam pertemuan antara bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Presidential Secretariat, Colombo, Sri Lanka, Rabu, waktu setempat.
Kedua kepala negara juga memberikan perhatian besar pada kerja sama pembangunan kapasitas dan Indo-Pasifik.
Di bidang ekonomi dan perdagangan, Presiden Jokowi mendorong ekonomi kedua negara menjadi lebih kompetitif.
“Salah satunya adalah melalui pembentukan Free Trade Agreement (FTA). Dan saya gembira karena penjajakan FTA telah dimulai,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi meminta negosiasi FTA dilakukan secara bertahap dimulai dengan negosiasi Trade in Goods (TIGs). Dia berharap negosiasi FTA-TIGs dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun.
“Saya menyambut baik kesepakatan untuk membentuk Kelompok Kerja Perdagangan dan Investasi,” ucap Presiden Jokowi.
Pokja yang dibentuk bertugas untuk membahas dan mengatasi hambatan perdagangan dan investasi serta secara paralel merundingkan perjanjian perdagangan.
Indonesia juga menyambut baik kerja sama Cross Regional Cumulation di sektor tembakau yang sudah berlaku sejak 2014.
Presiden juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka. Salah satu isi pembicaraan yang akan ditindaklanjuti adalah rencana PT INKA untuk mengekspor gerbong penumpang/barang ke Sri Lanka.
Selain itu, Sri Lanka merupakan salah satu negara yang menjadi prioritas Indonesia dalam kerja sama pembangunan kapasitas. Oleh karenanya, Presiden Jokowi mengusulkan kerja sama dalam penanganan bencana dan pendidikan.
“Sebagai sesama negara yang rentan bencana alam, kedua negara perlu memperkuat kerja sama untuk tingkatkan kesiapan dan kewaspadaan, dan pengelolaan dampak bencana," ucap Presiden Jokowi.