Astudestra Ajengrastrı
09 Februari 2018•Update: 10 Februari 2018
Mohammed Amin
KHARTOUM
Presiden Sudan Omer Al-Bashir pada Kamis berkata bahwa program latihan militer bersama dengan Rusia resmi akan dilakukan untuk peningkatan kapabilitas tentara nasional Sudan.
Berbicara di depan pasukan bersenjata Sudan di kota Port Sudan, Bashir berkata program ini akan membantu militer Sudan mencegah adanya pemberontakan.
Lebih jauh dia juga menekankan bahwa Sudan siap membela daerah-daerah perbatasannya terutama wilayah perairan di Laut Merah. "Angkatan bersenjata Sudan siap menjaga keamanan Laut Merah."
"Program ini dilakukan bersama Rusia untuk mengembangkan kemampuan Angkatan Bersenjata supaya menghalangi mereka yang menargetkan negara," dia menekankan.
Dia juga menjelaskan bahwa tentara Sudan mampu melindungi wilayah udara Sudan dari para konspirator, tanpa merinci lebih jauh maksud pernyataannya.
Sudan menutup perbatasannya dengan Eritrea pada Januari, mengaku mereka menghadapi ancaman keamanan dari perbatasan sebelah timur, di samping ancaman di perbatasan dengan Mesir.
Desember lalu, Sudan menandatangani perjanjian militer dengan Turki untuk melawan terorisme, menjaga Laut Merah dan memelihara kapal-kapal militer.
Dalam kunjungannya ke Rusia pada November tahun lalu, Bashir meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melindungi negaranya dari ancaman AS, meminta Rusia mengembangkan militer Sudan dan membangun pangkalan militer di Laut Merah.