Muhammad Abdullah Azzam
11 November 2020•Update: 11 November 2020
Mohamad Misto, Esref Musa
QAMISHLI, Suriah
Teroris YPG/PKK menculik seorang bocah lelaki berusia 14 tahun di timur laut Suriah untuk merekrutnya secara paksa, menurut sumber lokal pada Selasa.
Kelompok teroris itu terus menculik anak-anak dan memisahkan mereka dari keluarganya di wilayah pendudukan mereka di Suriah.
Kelompok teroris terus mengabaikan hukum internasional, dengan menculik Salar el-Halife di desa Siha di kota Qamishli, kata sumber tersebut.
Menurut sumber tersebut, teroris membawa el-Halife ke desa Kahtaniyye di Qamishli untuk merekrutnya secara paksa.
Para teroris YPG/PKK menculik dua gadis di Qamishli pada September dan Oktober.
Menurut Laporan Perdagangan Manusia 2020 oleh Departemen Luar Negeri AS, kelompok teror tersebut merekrut dan menculik anak-anak secara paksa untuk wajib militer.
"YPG dan YPJ terus merekrut, melatih, dan menggunakan anak laki-laki dan perempuan umur 12 tahun di barat laut Suriah," kata laporan itu.
"Sejak 2017, pengamat internasional melaporkan bahwa YPG dan YPJ merekrut - dengan paksaan - anak-anak dari kamp pengungsian di timur laut Suriah."
Selain itu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB menerbitkan laporan baru pada 16 Januari bahwa teroris YPG/PKK menggunakan tentara dari anak-anak Suriah.
Virginia Gamba, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk anak-anak dalam konflik bersenjata, bertemu dengan teroris YPG/PKK pada Juni 2019 di Jenewa dan menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perekrutan tentara anak, bukti lain dari kejahatan dan kejahatan perang kelompok teror tersebut.
Tidak ada publikasi PBB lain sejak saat itu yang melaporkan soal kesepakatan ini, atau diakhirinya praktik tersebut.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
YPG adalah cabang PKK di Suriah. YPJ adalah sayap perempuan YPG/PKK di Irak utara dan Suriah.