Muhammad Abdullah Azzam
11 November 2020•Update: 11 November 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI
Putaran keenam pertemuan Komisi Militer Gabungan 5 + 5 antara perwakilan Tentara Libya yang berafiliasi dengan pemerintah Libya yang sah dan pasukan yang bersekutu dengan jenderal Khalifa Haftar dimulai pada Selasa di kota Sirte.
Pertemuan, yang diadakan dengan partisipasi Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL), akan berakhir pada 13 November, kata misi itu dalam sebuah pernyataan.
Selama pertemuan, para pihak akan membahas implementasi perjanjian gencatan senjata permanen yang dicapai di Jenewa pada 23 Oktober dan pembentukan sub-komite untuk mengawasi penarikan milisi asing.
Pada 23 Oktober, utusan khusus PBB di Libya mengumumkan penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara delegasi dari dua pihak yang bertikai sebagai hasil dari pembicaraan Komisi Militer Bersama 5 + 5 yang dimulai pada 19 Oktober.
Stephanie Turco Williams yang memimpin UNSMIL, mengatakan pihak Libya mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata "permanen" di semua wilayah negara itu.
Williams mengatakan bahwa menurut kesepakatan itu, semua tentara bayaran dan milisi asing di negara itu harus meninggalkan wilayah Libya dalam tiga bulan.
Minggu lalu, Komisi Militer Gabungan 5 + 5 menyepakati penerapan gencatan senjata permanen di Libya.
Kesepakatan itu dicapai dalam sebuah pertemuan di kota Ghadames di barat daya, yang juga melihat subkomite militer.
Pertemuan komite militer di Ghadames "menyepakati langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata permanen," menurut pernyataan dari UNSMIL.