Sengul Oymka
08 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Sengul Oymka
KOCAELI, TURKI
Sedikitnya akademisi dari 30 negara akan berpartisipasi dalam acara Simposium Internasional Kudeta 15 Juli: Efek Global, Media dan Demokrasi di Kocaeli, Turki, pada 26-28 Oktober mendatang.
Menurut Pemerintah Kota Kocaeli, pertemuan tersebut akan mengambil bagian dalam Pertemuan Puncak Kartepe, dimana Anadolu Agency menjadi media partner.
Sebuah pernyataan mengemukakan bahwa ini akan menjadi pertemuan terbesar dengan tema kudeta yang pernah diselenggarakan di seluruh dunia.
“Acara Simposium Internasional Kudeta 15 Juli: Efek Global, Media dan Demokrasi bekerjasama dengan Universitas Kocaeli, Universitas Istanbul, University Sakarya, Universitas Yildirim Beyazit, Universitas Internasional Sarajevo, Anadolu Agency, TRT, Kantor Perdana Menteri Koordinator Diplomasi Publik dan Institut Studi Strategis Turki-Arab, akan menarik perhatian besar, baik akademisi domestik maupun internasional,” ungkap pernyataan tersebut.
Makalah dari 91 universitas akan dipresentasikan dalam pertemuan tersebut dengan pembicara dari 30 negara, termasuk Turki, yang akan membahas perihal kudeta, basis kudeta, dampak, dan bagaimana melawan pergerakan kudeta.
“Komite yang bertugas melakukan penilaian telah menyelesaikan 223 makalah yang disiapkan oleh 262 akademisi dan 106 makalah dipilih untuk dipresentasikan pada simposium tersebut,” tambah pernyataan tersebut.
“Makalah yang akan melakukan pendekatan terhadap mekanisme kudeta, terutama peristiwa pada 15 Juli, akan membawa perspektif baru untuk kebijakan publik dan pembuat keputusan. Simposium yang diselenggarakan oleh Kartepe Summit ini menarik perhatian para akademisi, kaum intelektual, media, dan aktivis dari mancanegara, dengan presentasi oleh 36 akademisi dan 17 diskusi panel yang berasal dari 53 negara.
“Negara peserta yang cukup sering berhadapan dengan isu kudeta misalnya Cili, Argentina, Kolombia, lebih berpengalaman dalam hal ini.”
“Di kota kita ini, di mana Timur dan Barat bertemu, para ilmuwan akan berdiskusi mengenai kudeta, inti dari Pertemuan Puncak Kartepe,” ujar Walikota Kocaeli Ibrahim Karaosmanoglu.
Dilaporkan Sengul Oymak; ditulis Kubra Chohan