Rıskı Ramadhan
21 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
ANKARA
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Sabtu mengatakan bahwa pihak berwenang Turki telah menginformasikan rezim Suriah mengenai 'Operasi Ranting Zaitun’.
"Kami telah menginformasikan [rezim di Suriah] melalui sebuah pemberitahuan tertulis," kata Cavusoglu dalam sebuah wawancara kepada saluran NTV Turki.
"Ini tidak berarti bahwa kami meminta izin dari mereka. Kami mengirim pemberitahuan seperti itu karena kami bertindak sesuai dengan hukum internasional," tambah dia.
Ini bukan pertama kalinya Turki mengirim sebuah pemberitahuan, kata menteri luar negeri Turki menambahkan bahwa pernyataan serupa juga dikirim ke rezim selama Operasi Perisai Eufrat di Suriah pada tahun 2016.
Dia mengatakan, Turki akan terus berbagi informasi dengan aktor-aktor di Suriah.
Turki telah meluncurkan sebuah kampanye militer di barat laut Suriah dengan tujuan memberantas organisasi teroris PKK, PYD, YPG dan Daesh, serta melindungi warga sipil di wilayah tersebut dari penindasan dan kekejaman teroris.
Cavusoglu juga menekankan bahwa prioritas tinggi Turki adalah menyelamatkan warga sipil dan hanya teroris yang menjadi target operasi tersebut.
"Saat ini, 95 persen target yang teridentifikasi telah ditembak dengan keakuratan tepat," jelas dia.
Dia mengatakan bahwa perkembangan saat ini di Suriah tidak terkait dengan konferensi Suriah yang dijadwalkan akan diadakan pada akhir bulan ini di Sochi, Rusia.
Konferensi Sochi
Cavusoglu menegaskan, Ankara telah berulang kali menyatakan bahwa PYD/PKK tidak boleh bergabung dalam konferensi Sochi.
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan peluncuran de facto operasi Afrin melawan kelompok teroris.
Pihak militer membenarkan bahwa mereka telah meluncurkan "Operasi Ranting Zaitun" pada Sabtu pukul 17.00 waktu Turki (1400GMT).
Operasi tersebut dilakukan dalam kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak pembelaan diri yang tercantum dalam kesepakatan PBB, kata Staf Umum Turki.
Dalam pernyataan yang sama juga disebutkan, operasi akan dilakukan dengan ketelitian dan secara hati-hati agar tidak ada warga sipil/tidak bersalah yang dirugikan.
PYD/PKK adalah perpanjangan tangan organisasi teroris PKK yang beroperasi di Suriah. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
PKK telah melakukan teror di Turki selama lebih dari 30 tahun dan menewaskan hampir 40,000 orang. Lebih dari 1,200 aparat keamanan Turki tewas oleh serangan PKK sejak 2015 saja, menyusul gagalnya gencatan senjata antara Turki dan PKK.