Seda Sevencan
11 Oktober 2021•Update: 12 Oktober 2021
Turki pada Minggu mengecam serangan teroris "keji" di Yaman selatan yang menewaskan enam orang.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan kesedihannya atas kematian dan luka-luka akibat serangan yang dilakukan kendaraan bermuatan bom dalam konvoi Gubernur Aden Ahmed Hamed Lamlas pada Minggu.
Kementerian berharap "rahmat Tuhan bagi mereka yang kehilangan nyawa," serta "pemulihan cepat bagi yang terluka, dan menyampaikan belasungkawa bagi orang-orang Yaman yang ramah dan bersaudara."
Enam orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam pemboman mobil yang menargetkan konvoi Lamlas di Yaman pada hari Minggu, kata para pejabat.
Baik Lamlas maupun Suqatri selamat dari upaya pembunuhan itu.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan pihak berwenang Yaman belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Mantan gubernur Aden, Jaafar Saad, tewas dalam serangan serupa pada tahun 2015.
Aden, ibu kota sementara Yaman, mengalami serangan intensif yang menargetkan pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat.
Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Yaman dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara yang menghancurkan yang bertujuan untuk merebut wilayah dari Houthi.
Kondisi itu menjadikan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia
Hingga kini tercatat 233.000 orang tewas, hampir 80 persen atau sekitar 30 juta warga membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan, dan lebih dari 13 juta dalam bahaya kelaparan, menurut perkiraan PBB.