Devina Halim
10 Agustus 2021•Update: 10 Agustus 2021
JAKARTA
Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan Presiden Laos Thongloun Sisoulith berjanji terus memprioritaskan konsolidasi dan memelihara persahabatan, solidaritas khusus, serta kerja sama komprehensif antara kedua negara.
Hal itu diungkapkan dalam pertemuan kedua petinggi tersebut di Vientiane, Laos, pada Senin, sebagaimana diberitakan media pemerintah Vietnam VGP.
Presiden Thongloun mengungkapkan keputusan Presiden Nguyen memilih Laos sebagai negara pertama untuk dikunjungi menunjukkan perhatian khusus Vietnam pada hubungan kedua negara.
Kedua presiden mendiskusikan cara-cara untuk saling mendukung dalam penanganan pandemi Covid-19, dan sepakat memajukan kerja sama di berbagai bidang.
Kedua pemimpin menegaskan untuk menjaga kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan dalam menghadapi tantangan tradisional dan non-tradisional secara efektif.
Mereka setuju berkoordinasi erat di forum regional dan internasional, serta terus mempromosikan peran sentral ASEAN dan mekanisme yang dipimpin ASEAN.
Vietnam dan Laos sepakat terus meningkatkan kerja sama satu sama lain sekaligus dengan negara terkait dan organisasi internasional untuk pengelolaan sumber air Sungai Mekong yang berkelanjutan dan efektif.
Kedua pemimpin menekankan pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Timur, menyelesaikan sengketa secara damai dan sesuai hukum internasional.
Presiden Nguyen dan Presiden Thongloun juga berharap Code of Conduct di Laut Timur yang sesuai hukum internasional segera tercapai dan menekankan implementasi Declaration on the Conduct Laut Timur yang efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Vietnam mempersembahkan sekolah pelatihan kejuruan di Provinsi Khammuane senilai USD5 juta atau sekitar Rp 72 miliar sebagai hadiah kepada Laos.
Presiden Nguyen dan Presiden Thongloun menyaksikan penandatangan 14 dokumen kerja sama antara kedua belah pihak di berbagai bidang, di antaranya pertahanan, keamanan, hingga pencarian dan penyelamatan.