Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Desember 2019•Update: 12 Desember 2019
Abdulrazzak Abdullah
ALJIR
Sekitar 61.000 tempat pemungutan suara di Aljazair dibuka pukul 8 pagi waktu setempat Kamis untuk menyelenggarakan pemilihan presiden pertama sejak pengunduran diri mantan presiden Abdelaziz Bouteflika delapan bulan lalu.
Lebih dari 25,5 juta pemilih yang memenuhi syarat akan memberikan suara mereka hingga pukul jam 7 malam waktu setempat, sementara hampir satu juta warga negara yang tinggal di luar negeri telah memilih pada Sabtu lalu bersama dengan ribuan perantau yang tinggal di wilayah gurun terpencil.
Warga negara yang memenuhi syarat akan memilih satu di antara lima kandidat, yang digambarkan sebagai "siswa dari rezim sebelumnya" karena terlibat dengan pemerintahan Bouteflika
Banyak yang keberatan dengan catatan keterlibatan semua kandidat dengan rezim Bouteflika.
Para kandidat tersebut di antaranya: Azzedine Mihoubi, Abdelmajid Tebboune, Ali Benflis, Abdelaziz Belaid, dan Abdelkader Bengrina.
Aljazair telah membatasi semua survey tentang pemilihan presiden yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh otoritas pemilihan independen, bukan Kementerian Dalam Negeri.
Hasil penghitungan awal akan diumumkan pada Jumat.
*Bassel Barakat bekontribusi pada berita ini dari Ankara