Maria Elisa Hospita
10 November 2020•Update: 11 November 2020
Ruslan Rehimov, Berk Ozkan
BAKU, Azerbaijan
Warga Azerbaijan merayakan penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Upper Karabakh pada Selasa.
Setelah Presiden Ilham Aliyev menyebut kesepakatan tersebut sebagai kekalahan Armenia, warga Azerbaijan pun turun ke jalan-jalan.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Aliyev mengatakan Distrik Agdam akan dipindahtangankan ke Baku pada 20 November.
Sementara Kalbajar akan diserahkan ke Baku pada 15 November dan Lachin pada 1 Desember.
Warga Azerbaijan merayakan kesepakatan itu sejak pagi sambil mengibarkan bendera Azerbaijan dan Turki.
Sejumlah warga di ibu kota, Baku, menyanyikan lagu kebangsaan, menari, dan melakukan konvoi mobil.
Di Ganja, kota terbesar kedua di Azerbaijan, orang-orang juga merayakannya di alun-alun utama.
“Sudah 28 tahun kami berharap bisa kembali ke tanah kami sendiri. Akhirnya harapan kami terwujud," kata Elnur Habiboglu, seorang warga di Ganja. W
"Terima kasih banyak. Turki dan Azerbaijan adalah saudara. Kami meraih kemenangan bersama," ujar warga lainnya, Sefika Fazil.
Hubungan Azerbaijan-Armenia tegang sejak 1991 karena memperebutkan Upper Karabakh, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh.
Bentrokan dimulai sejak 27 September, setelah pasukan Armenia menyerang warga sipil dan tentara Azerbaijan.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.