Maria Elisa Hospita
19 Maret 2018•Update: 19 Maret 2018
Ali Jawad dan Hussein al-Amir
BAGHDAD
Ratusan warga Irak pada Minggu menggelar aksi protes di Baghdad atas buruknya layanan di wilayah timur ibu kota.
Pengunjuk rasa membakar ban dan memblokir jalan raya yang menghubungkan Baghdad dengan Provinsi Diyala, sambil menyerukan Perdana Menteri Haidar al-Abadi agar turun tangan memperbaiki kualitas layanan di wilayah tersebut.
"Kami mendesak pemerintah untuk menunaikan kewajibannya terhadap warga negara," Abdel-Jabbar Khalaf, ujar seorang peserta demonstrasi yang berasal dari permukiman mayoritas Syiah, Al-Maamel.
Menurut dia, layanan di area permukiman mereka sudah benar-benar terpuruk.
"Meskipun kami sudah berulang kali mengajukan permohonan, pemerintah telah gagal melakukan tugasnya," tandas Khalaf.
Khalaf menegaskan bahwa warga akan bertindak lebih lanjut jika pemerintah gagal memperbaiki kualitas layanan.
Sementara itu, puluhan karyawan di perusahaan listrik setempat berdemonstrasi di utara Kirkuk untuk menuntut gaji yang belum dibayar.
Kapten Polisi Hamed al-Obaidi menjelaskan bahwa beberapa karyawan belum dibayar selama enam bulan.
Irak menderita krisis keuangan akut akibat turunnya harga minyak dan pendanaan anti-terorisme.