27 September 2017•Update: 27 September 2017
İdris Okuducu
ANKARA
Menteri Perhubungan Pemerintah Regional Kurdi (KRG) Mevlud Bavemurad menolak seruan Pemerintah Irak untuk menyerahkan Bandara Internasional Arbil dan Suleymaniye dalam 72 jam.
Bavemurad mengatakan Bandara Arbil dan Bandara Suleymaniye adalah milik KRG dan akan terus beroperasi.
Dia juga mengatakan penutupan kedua bandara akan merugikan masyarakat.
“Orang sakit, pelajar, warga yang tinggal di luar negeri, diplomat dan staff PBB akan sangat dirugikan dengan keputusan ini,” kata Bavemurad.
Bavemurad berpendapat seharusnya bandara tidak dicampur adukkan dengan masalah politik.
“Kami harap bandara tidak ditutup dan keadaan seperti ini tidak terjadi,” ungkap bavemurad.
Selain itu, Direktur Bandara Internasional Arbil Telar Fayek menganggap keputusan yang diambil Baghdad salah dan melanggar hukum.
“Kami pikir keputusan ini akan dilaksanakan. Jika dilaksanakanpun, itu tidak akan bertahan lama. Selain untuk mengangkut penumpang, bandara ini juga digunakan PBB untuk mengirimkan bantuan ke Suriah,” katanya