Alex Jensen
22 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Sejumlah politikus dan aktivis konservatif Korea Selatan beramai-ramai membakar bendera Korea Utara dan foto pemimpinnya, Kim Jong-un, saat kunjungan delegasi tinggi Olimpiade Musim Dingin dari Korea Utara, Senin.
Mereka berkumpul di Stasiun Seoul untuk menemui delegasi, di antaranya pemusik papan atas Korea Utara Hyon Song-wol, yang telah menarik perhatian masyarakat Korea Selatan selama tur dua harinya.
Kunjungan Hyon merupakan bagian dari rangkaian kesepakatan yang dihasilkan dari perundingan antar-Korea bulan ini.
Kedua belah pihak juga akan membentuk tim hoki es putri gabungan untuk berlaga di Olimpiade, yang akan dimulai pada 9 Februari. Masyarakat telah menunjukkan simpati untuk atlet hoki Korea Selatan yang bisa saja kehilangan posisi di Olimpiade.
Pihak konservatif menyatakan kekhawatiran mereka bahwa Korea Selatan terlalu menyambut baik pihak Utara, padahal dunia sibuk menekan ambisi program senjata nuklir Korea Utara dengan sejumlah sanksi.
Setelah Hyon dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanan dari Stasiun Seoul, petugas polisi mulai memadamkan api yang melahap spanduk dengan wajah Kim Jong-un.
"Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang kini berubah menjadi 'Olimpiade Pyongyang Kim Jong-un', yang secara tidak langsung mendukung program senjata nuklir dan menyuarakan propaganda rezim Utara," ujar pemrotes, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.
Para aktivis juga membakar bendera unifikasi, yang telah disepakati Seoul dan Pyongyang untuk dikibarkan bersama dalam upacara pembukaan Pyeongchang 2018.
Ribuan pendemo menunjukkan sentimen anti-Utara serupa di sejumlah jalanan di Seoul pada November lalu, di tengah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Meskipun begitu, Presiden Korsel Moon Jae-in telah menyatakan akan melakukan pendekatan dua arah, dengan bersikeras untuk mewujudkan denuklirisasi Korut, sekaligus dialog untuk mengurangi ketegangan.