Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 November 2018•Update: 20 November 2018
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Washington Post mengklaim bahwa Pemerintahan Trump membantu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang dengan berani mencari jalan keluar dari pertanggungjawaban atas pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi Istanbul.
Dalam sebuah editorial yang dikirim Sabtu malam, dewan editor koran menulis “Pada hari Kamis, seorang jaksa di Riyadh mengajukan laporan pembunuhan yang secara terang-terangan bertentangan dengan fakta-fakta yang ada, memaafkan putra mahkota dari semua kesalahan."
“Bukannya menolak pembelaan yang tercela ini, Presiden Trump, yang telah berjanji untuk menyelidikinya sampai ke dasar, malah ikut serta," tulis harian tersebut.
Editorial itu mengatakan Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap 17 tersangka yang sudah ditetapkan oleh Saudi, namun mengecualikan baik Mohammad bin Salman dan pejabat tinggi intelijen.
"Sekarang kita tahu bahwa Trump mendukung pemimpin Saudi meskipun ada kesimpulan oleh CIA bahwa pangeran itu, sebenarnya, bertanggung jawab memerintahkan pembunuhan Khashoggi," tambahnya, mengacu pada laporan intelijen yang dilaporkan pekan lalu oleh Washington Post.
Harian itu melaporkan bahwa pejabat intelijen memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam penilaian mereka dan telah memberi pengarahan kepada presiden tentang bukti yang mereka peroleh, mencakup rekaman audio pembunuhan dan panggilan telepon dengan pemimpin tim pembunuh serta duta besar Saudi di Washington.
"Trump tetap menolak mengakui tuduhan terhadap Mohammed bin Salman, mungkin karena itu berarti mengakui bahwa taruhan besar Gedung Putih terhadap pangeran berusia 33 tahun sebagai sekutu strategis itu keliru. ”
Sejumlah anggota parlemen dari kedua belah pihak telah berbicara soal penolakan terhadap pembelaan Saudi dan tanggapan pemerintah, kata artikel itu.
"Tiga senator Republik - Lindsay O. Graham, Todd C. Young Dan Susan Collins - telah bergabung dengan tiga senator Demokrat, termasuk Robert Menendez, anggota minoritas Komite Hubungan Luar Negeri Senat , untuk mendukung undang-undang yang akan mengharuskan pemerintah untuk memberikan sanksi, dalam jangka waktu 30 hari, kepada setiap pejabat pemerintah Arab Saudi atau anggota keluarga kerajaan yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan bukti yang kredibel" tulis artikel tersebut.
“Mengingat kesimpulan CIA tentang Mohammed bin Salman. RUU itu juga akan menangguhkan sebagian besar penjualan dan pengiriman senjata AS ke Arab Saudi hingga pihak kerajaan menghentikan sepenuhnya keterlibatannya dalam perang Yaman dan berhenti mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan," menurut artikel itu.
Harian itu menulis bahwa Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Bob Corker memberi Trump kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Muhammad bin Salman dan menyesuaikan kebijakannya, sebuah koreksi yang sangat penting untuk strategi AS yang rasional dan bisa diterapkan di Timur Tengah.
"Jika Gedung Putih terus bersekongkol dengan putra mahkota soal kebohongannya, kongres harus bertindak cepat dan tegas," tambahnya.
Khashoggi, seorang wartawan Saudi yang bekerja untuk Washington Post, tewas tak lama setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Arab Saudi telah memberikan penjelasan yang berubah-ubah tentang hilangnya Khashoggi, sebelum akhirnya mengakui bahwa dia terbunuh dalam perkelahian dengan sekelompok orang.