Muhammad Abdullah Azzam
14 November 2019•Update: 14 November 2019
Tufan Aktaş
ISTANBUL
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan persetujuan untuk pertama kalinya pengembangan vaksin yang akan melawan virus ebola yang membunuh ribuan orang di Afrika.
Menurut pernyataan tertulis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin ebola bernama Ervebo, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS, Merck, telah memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan.
Vaksin Ervebo yang diakui pertama di dunia dan telah menjalani proses uji coba kelayakan tercepat oleh WHO itu akan dipasarkan dengan lisensi pada pertengahan tahun 2020.
Vaksin yang telah disetujui oleh Komisi Eropa awal minggu ini, sedang diuji di Republik Demokratik Kongo, di mana lebih dari 2.000 orang tewas karena virus tersebut.
Virus yang terus merenggut nyawa manusia itu menyebar di Afrika Barat pada Desember 2013.
Ebola merupakan demam tropis yang pertama kali muncul pada 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo serta dapat ditularkan dari hewan liar ke manusia.
Virus itu juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Ebola menyebabkan kehebohan global pada 2014 ketika wabah terburuk di dunia itu dimulai di Afrika Barat, menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 28.600 orang setelah menyebar ke Liberia, Guinea dan Sierra Leone.