Muhammad Abdullah Azzam
14 November 2019•Update: 14 November 2019
Cemal Aşan
VAN, Turki
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan Jerman dan Belanda bersedia membawa pulang warga mereka yang dideportasi Turki atas dugaan menjadi anggota kelompok teroris Daesh/ISIS.
Jerman dan Belanda akan menerima para teroris itu ke negara masing-masing bersama keluarga dan anak-anak mereka, ungkap Menteri Soylu.
Dalam sebuah Seminar Pelatihan Pasukan Keamanan di Provinsi Van, Mendagri Soylu mengatakan bahwa Turki tetap akan mengirim para anggota Daesh ke negara asal mereka tanpa membeda-bedakannya meski berbagai negara menolak untuk menerima mereka.
Soylu mengucapkan terima kasih kepada Jerman dan Belanda atas tanggapan positif kedua negara itu.
"Mereka telah mengambil sikap konstruktif setelah berdiskusi dan berkoordinasi bersama pemerintah selama sekitar lima hari,” ungkap Soylu.
Soylu menekankan bahwa upaya Turki melawan terorisme akan berlanjut dengan tekad yang kuat.
"Saya ingin menyatakan bahwa kami berharap negara-negara lain juga menunjukkan sikap konstruktif yang sama dengan bekerja sama bersama kami,” tutur dia.
“(Negara) Kami bukan hotel atau tempat penginapan bagi para teroris," tukas Suleyman Soylu.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan pada Senin bahwa Turki sudah mulai mengekstradisi teroris Daesh/ISIS yang ditangkap ke negara asal mereka.