Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
Serdar Bitmez, Gulsen Topcu
DOHA
Para pejabat tinggi militer Yordania dan Qatar bertemu untuk membahas peningkatan kerja sama antara kedua negara, kata Kementerian Pertahanan Qatar dalam sebuah pernyataan, Selasa.
Selama kunjungan resminya ke Yordania, Salem Hamad Aqeel al Nabit, komandan Angkatan Udara Qatar, bertemu dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Huneiti.
Menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Yordania, Al Nabit dan Huneiti mengevaluasi perkembangan regional dan internasional terbaru dan mendiskusikan peningkatan hubungan bilateral untuk mengakomodasi angkatan bersenjata kedua negara dengan sebaik-baiknya.
Kunjungan Al Nabit ke Yordania dilakukan setelah ketegangan dalam hubungan diplomatik antara kedua negara meningkat karena krisis Teluk.
Pada Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduhnya mendukung kelompok-kelompok teroris dan memberlakukan embargo ekonomi pada negara tersebut.
Pemerintah Yordania mengumumkan telah mengurangi hubungan diplomatik dengan Doha dan akan menutup kantor televisi Al Jazeera, yang berkantor pusat di Qatar.
Sementara itu, Qatar membantah keras tuduhan tersebut, menggambarkan embargo yang dipimpin Saudi terhadapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Pada April tahun ini, Raja Abdullah II dari Yordania bertemu dengan Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammed al-Attiyah dan menandatangani perjanjian kerja sama bilateral antara angkatan bersenjata kedua negara.
Yordania menunjuk Zaid al-Lozi, sekretaris jenderal kementerian luar negeri negara itu, sebagai duta besarnya untuk Doha pada Juli, lebih dari dua tahun setelah duta besar sebelumnya ditarik karena krisis Teluk.