İqbal Musyaffa
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) menyebut aliran modal asing mulai masuk kembali ke Indonesia.
Seusai rapat dewan gubernur di Jakarta, Kamis, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan investor global mulai mempertimbangkan untuk tidak terus menerus menaruh aset dan investasi di Amerika Serikat (AS). Pada beberapa minggu terakhit aliran modal asing yang masuk pasar negara berkembang sudah mulai berlangsung, termasuk ke Indonesia.
“Ini terlihat dari tingginya minat investor asing pada lelang SBN. Perkembangannya sangat dinamis dan terus kami pantau,” ujar Perry.
Hal ini terlihat dalam lelang enam seri SBN yang dilakukan pemerintah pada 25 September dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp51,53 triliun. Dari jumlah penawaran itu, pemerintah menyerap Rp20 triliun.
Jumlah penawaran tersebut melampaui rata-rata penawaran dalam lelang SBN selama 2018 yang sebesar Rp40,73 triliun. Begitupun dengan jumlah penyerapan SBN juga melampaui jumlah rata-rata Rp16,52 triliun.
“Investor global sudah melakukan pembedaan antara Indonesia dengan negara emerging market lainnya,” ungkap Perry.
Pembedaan persepsi terhadap Indonesia tersebut menurut dia, karena kebijakan fiskal dan moneternya dilakukan secara responsif, pruden, dan antisipatif.
“Langkah pemerintah juga serius dan konkret untuk turunkan CAD (Current Account Deficit),” lanjut Perry.
Upaya pemerintah untuk menurunkan CAD menurut Perry, diharapkan bisa menambah kepercayaan investor global semakin kuat kepada Indonesia dan bisa mendukung aliran modal asing ke Indonesia untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupah dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.