İqbal Musyaffa
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
PT Aneka Tambang Tbk yang merupakan anggota holding BUMN pertambangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis, membagikan dividen sebesar Rp47 miliar.
Jumlah dividen yang dibagikan, menurut Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo, merupakan 35 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2017.
“Dividen per saham tahun buku 2017 adalah Rp1,99. Pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp88 miliar atau 65 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2017,” urai Arie.
Sepanjang 2017, Antam membukukan laba bersih sebesar Rp136 miliar atau meningkat 111 persen dari pendapatan tahun 2016 sebesar Rp64 miliar.
Arie menjelaskan, pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tahun 2017 naik 96 persen menjadi Rp2,21 triliun dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp1,13 triliun.
“Pada 2017, perusahaan mencatatkan penjualan bersih Rp12,65 triliun. Emas menjadi komponen terbesar pendapatan, berkontribusi Rp7,37 triliun atau 58 persen dari total penjualan bersih,” urai dia.
Kontributor terbesar kedua pada pendapatan perusahaan, lanjut Arie, adalah penjualan feronikel sebesar Rp3,22 triliun dari total penjualan bersih tahun 2017.
Antam mencatatkan produksi feronikel tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 21.762 ton nikel dalam feronikel (TNi). Kemudian penjualan feronikel mencapai 21.812 TNi.
Pada tahun ini, Antam menargetkan produksi feronikel sebesar 26.000 TNi, meningkat 19 persen dibandingkan dengan capaian produksi 2017 sebesar 21.762 TNi.
Selanjutnya, produksi bijih nikel pada 2017 mencapai 5,57 juta wet metric ton (WMT) naik 241 persen dari tahun 2016. Untuk penjualan bijih nikel sebanyak 2,94 juta WMT naik 299 persen dari tahun sebelumnya.
Produksi bijih nikel pada tahun ini ditargetkan meningkat hingga 11,25 juta WMT. Menurut Arie, produksi ini akan digunakan untuk bahan baku produksi feronikel dan mendukung penjualan bijih nikel.
Antam juga mencatatkan produksi bauksit sebanyak 648.431 WMT, naik 269 persen dari tahun 2016. Sementara penjualan bauksit tercuci sebanyak 838.069 WMT, naik 181 persen dari 2016.
Target produksi bauksit di tahun ini, menurut Arie, sebesar 1,6 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik dan pasar ekspor.
Produksi Antam untuk komoditas emas tahun 2017 sebanyak 1.967 kilogram dengan penjualan mencapai 13,2 ton, naik 29 persen dari 2016.
Kemudian untuk komoditas emas, Arie menetapkan target penjualan meningkat menjadi 24 ton atau naik sekitar 81 persen dibandingkan capaian penjualan emas 2017.
“Kita menargetkan produksi komoditas emas sebesar 2.201 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung pada tahun ini,” jelas Arie.