Muhammad Nazarudin Latief
30 November 2017•Update: 30 November 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Perusahaan-perusahaan yang sudah tergabung dalam holding tambang PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), yaitu PT Bukit Asam, PT Aneka Tambang (Antam), dan PT Timah mempersiapkan rencana ekspansi bisnis untuk segera dieksekusi.
Bukit Asam misalnya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 660 megawatts (MW). Minggu lalu, perusahaan ini sudah melakukan penandatanganan pembangunan proyek.
Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin mengatakan, pada Rabu, pengembangan energi penting untuk merintis jalan Bukit Asam sebagai perusahaan energi kelas dunia.
Pihaknya juga akan bersinergi dengan Antam membangun PLTU memenuhi kebutuhan listrik pada salah satu smelter di Halmahera. Selain itu, akan mengakuisisi PLTU milik Antam agar lebih maksimal dan efisien.
“Nanti Inalum akan bangun PLTU dengan bahan baku batu bara yang kita miliki," kata Arviyan.
Bukit Asam juga akan mengembangkan jaringan logistik, terutama peningkatan kapasitas Pelabuhan Kertapati dari 3,7 ton menjadi 5 juta ton per tahun.
Ada juga rencana pembangunan jalur baru, baik yang akan dilakukan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) maupun swasta.
“Ini untuk meningkatkan kapasitas penjualan batu bara,” ujarnya.
Bukit Asam juga berpikir tentang hilirisasi batubara menjadi produk-produk lain.
Tahun depan akan ada penelitian untuk mengambangkan batu bara menjadi pupuk urea, Liquid Petroleum Gas (LPG) dan petrochemical yang bisa dilakukan dengan gasifikasi.
Sementara itu, Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, mengatakan, PLTU yang akan diakuisisi Bukit Asam adalah pembangkit di Polama, Sulawesi Tenggara senilai Rp2-3 trilliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan hilirisasi.
Saat ini, Antam juga sedang melakukan feasibility study pembangunan smelter great alumina bekerjasama dengan Inalum.
“Sekitar 4-5 bulan lagi selesai, langsung ke development," ujar Arie
Sedangkan Timah, akan melakukan pembangunan smelter dan ekspansi wilayah kerja baru.