Muhammad Nazarudin Latief
26 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) meminta pemerintah mencabut pengawasan impor model post border untuk produk semen. ASI juga meminta pemerintah sekaligus membatasi impor komoditas ini karena over produksi industri dalam negeri.
Ketua ASI Widodo Santoso mengatakan semen adalah bahan khusus yang harus dikontrol kualitasnya, karena berpengaruh pada keberadaan bangunan dan aset infrastruktur masyarakat.
“Semen ada standarnya, misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). Kalau post border ngecek-nya bagaimana?” ujar Widodo saat memaparkan persiapan The 25th Technical Symposium and Exhibition “Green Technology for Cement Industry” di Jakarta, Senin.
Menurut Widodo, pemeriksaan kualitas semen harus ketat agar tidak sembarang barang bisa masuk. Selain menjaga kualitas semen yang beredar, kebijakan itu juga diperlukan untuk melindungi industri dalam negeri yang sudah kelebihan produksi sekitar 40 persen dari kebutuhan domestik.
Menurut Widodo, Filipina dan Vietnam telah menerapkan pemeriksaan yang ketat terhadap semen yang masuk, mulai uji sertifikasi hingga uji laboratorium.
Menurut Widodo, liberalisasi semen di Indonesia akan membuat industri terpukul. Indonesia merupakan produsen semen terbesar di ASEAN dengan total kapasitas 108 juta ton per tahun.
Kemudian Vietnam dengan kapasitas 93,7 juta ton, Thailand sebesar 60,44 juta ton, Malaysia sebesar 40,4 juta ton, Filipina 37 juta ton, serta Singapura dan Brunei Darusalam hanya mempunyai kapasitas penyimpanan masing-masing 0,5 juta ton per tahun.
Dari penjualan semen, Indonesia juga menempati urutan pertama sebanyak 69,6 juta ton, kemudian Vietnam sebanyak 65 juta ton, Thailand sebanyak 29,6 juta ton, Filipina sebanyak 27,9 ton, Malaysia sebanyak 22,1 juta ton. Kemudian Singapura sebanyak 6,8 juta ton dan Brunei Darusalam 0,38 juta ton.
“Jadi kondisi di region saat ini yaitu over suplai di setiap negara. Di saat seperti ini industri semen harus efisien dan efektif agar bisa bersaing,” ujar dia.
Industri semen Indonesia, menurut Widodo, sangat aktif selama beberapa tahun belakangan. Tahun lalu ada peningkatan penjualan domestik menjadi 66,3 juta atau naik 7,7 persen dan ekspor menjadi 2,9 juta ton, naik 84 persen.
Indonesia, menurut Widodo, tertolong dengan pertumbuhan konsumsi yang didorong proyek pemerintah untuk jalan tol, smelter, petrokimia, pembangkit listrik, mass rapid transit, kereta api dan pelabuhan.
Ketua Bidang Ekonomi ASI Troy D. Saputro mengatakan surat keberatan soal pemeriksaan post border dikirimkan bulan lalu pada Kementerian Perdagangan, namun hingga kini belum ada balasan.
Pengawasan tata niaga impor post border adalah pengawasan di luar kawasan kepabeanan yang berlaku 1 Februari lalu.
Prinsip pengawasan ini tidak tidak menghilangkan persyaratan impor, tetapi pengalihan pengawasan yang sebelumnya dilakukan Dirjen Bea Cukai ke kementerian terkait.