İqbal Musyaffa
09 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada Juni akan meraih surplus setelah terus mengalami defisit perdagangan pada April dan Mei lalu.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo setelah peluncuran Online Single Submission di Jakarta, Senin, mengatakan surplus neraca perdagangan diperkirakan sekitar USD900 juta.
Beberapa bulan terakhir Indonesia selalu mengalami defisit perdagangan, menurut Perry, karena adanya impor alat-alat strategis, kebutuhan infrastruktur, dan bahan makanan menjelang lebaran.
“Perkembangan impor memang terjadi secara musiman. Dengan mulai meredanya itu, maka neraca perdagangan akan kembali surplus,” ujar Perry.
Dia meyakini bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait neraca perdagangan pada triwulan II yang mengalami defisit perdagangan lebih besar dari triwulan I. Namun, sebut dia, hal itu hanya terjadi musiman.
“Defisit perdagangan akan menurun di triwulan III dan triwulan IV sehingga secara keseluruhan masih lebih rendah dari 2,5 persen terhadap PDB,” jelas Perry.