İqbal Musyaffa
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Sepanjang triwulan keempat, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beberapa aktivitas positif yang mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
BPS melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan keempat menjadi 5,19 persen year on year dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun sebesar 5,07 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai ekspor barang Indonesia pada triwulan keempat 2017 mencapai USD 45,35 miliar atau naik 4,5 persen dari triwulan sebelumnya, dan naik 13,16 persen dari triwulan yang sama tahun 2016.
“Peningkatan ekspor didorong oleh perbaikan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama,” jelas dia, Senin, di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat, menurut dia, masing-masing sebesar 6,8 persen di Tiongkok, 2,5 persen di Amerika Serikat, 2 persen di Jepang, dan 3,1 persen di Singapura, ikut mendorong permintaan ekspor produk Indonesia.
“Pertumbuhan ekspor Indonesia cukup positif, tapi presiden kurang senang karena masih kalah dari pertumbuhan ekspor negara tetangga,” ungkap Suhariyanto.
Meski tumbuh, ekspor Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang tumbuh 19,8 persen pada triwulan ketiga 2017.
Selanjutnya, Suhariyanto juga menyebutkan impor barang Indonesia tumbuh 10,53 persen mencapai USD 44,41 miliar pada triwulan keempat 2017, bila dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun yang sama.
Secara year on year bila dibandingkan triwulan keempat 2016, impor Indonesia tumbuh 20,15 persen.
Realisasi belanja pemerintah dalam APBN triwulan keempat 2017, ungkap Suhariyanto, mencapai Rp623,35 triliun atau 29,22 persen dari pagu 2017 sebesar Rp 2.133,3 triliun.
Belanja pemerintah tersebut naik dari realisasi belanja pada triwulan keempat 2016 sebesar Rp549 triliun atau 26,36 persen dari pagu 2016 sebesar Rp2.082,9 triliun.
“Pada triwulan keempat 2017 inflasi Indonesia juga rendah sebesar 0,92 persen secara quarter to quarter dan 3,61 persen year on year,” tambah dia.