Maria Elisa Hospita
23 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Kebijakan perdagangan pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.
"Kebijakan perdagangan dapat berdampak buruk secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Bank Sentral AS (The Fed) lewat pernyataan tertulis yang dirilis pada Rabu.
Fed mengatakan perseteruan dagang antara AS dan Tiongkok telah mendorong pergerakan pasar, khususnya di pasar valuta asing.
"Meningkatnya perseteruan dagang berkontribusi terhadap depresiasi Yuan yang luar biasa tajam," jelas dia.
"Berita tentang kesepakatan AS - Uni Eropa yang akan melanjutkan perundingan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan menjadi sebuah dukungan untuk harga ekuitas global," tambah Fed.
Fed juga menjelaskan bahwa bisnis Amerika di sejumlah kawasan melaporkan bahwa ketidakpastian soal kebijakan perdagangan telah menyebabkan pengurangan atau penundaan dalam investasi.
"Sejumlah peserta mengindikasikan bahwa sebagian besar bisnis yang prihatin dengan sengketa perdagangan belum mengurangi pengeluaran modal mereka, namun mungkin akan melakukannya jika perseteruan dagang tak kunjung diselesaikan," kata Fed lagi.
Pemberlakuan tarif 25 persen atas barang-barang Tiongkok oleh AS senilai USD34 miliar dimulai sejak Juli, sementara tambahan USD16 miliar akan diberlakukan mulai Kamis.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia siap menambah tarif pada barang-barang Tiongkok menjadi USD500 miliar, yang hampir setara dengan total nilai barang yang diimpor AS dari Tiongkok pada tahun 2017.