Gokhan Ergocun
08 September 2026•Update: 08 September 2026
Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Selasa seiring kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,4 persen menjadi 98,5 dolar AS per barel pada pukul 06.30 GMT, mencapai level tertinggi dalam enam pekan.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga naik 1,4 persen menjadi 94 dolar AS per barel.
Pada Selasa, kelompok Houthi Yaman menargetkan sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi di Arab Saudi bagian selatan hingga menyebabkan korban jiwa, menurut koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Selain itu, kebakaran terjadi di sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan setelah serangan yang menargetkan lokasi-lokasi tersebut, menurut Kementerian Energi Arab Saudi.
Pada Senin, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan dan menghancurkan balon udara pengintai militer AS yang ditambatkan dalam serangan pesawat nirawak di dekat Bandara Erbil, Irak utara.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Senin mengatakan Iran akan mengumumkan zona maritim baru yang "dibatasi" di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Ia memperingatkan setiap kapal yang memasuki kawasan tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.
Pasukan Penjaga Pantai Yaman juga mencegat sebuah kapal tanker minyak pada Minggu setelah kapal tersebut membongkar muatan yang "tidak berizin" di Pelabuhan Ras Isa yang dikuasai Houthi di Provinsi Al-Hudaydah, menurut laporan media pemerintah.
AS dan Iran pada Juni menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar, yang menguraikan langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta menangani pembatasan ekonomi.
Sejak saat itu, kedua pihak saling menuding gagal melaksanakan komitmen berdasarkan nota kesepahaman tersebut, sementara ketegangan militer terus berlanjut bersamaan dengan perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.