Muhammad Nazarudin Latief
03 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah membuka lelang empat blok migas terminasi 2018, pada kontraktor eksisting untuk melakukan penawaran.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar, mengatakan empat blok tersebut adalah Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga dan Blok South East Sumatera.
Tiap kontraktor eksisting akan diseleksi work and programe-nya, serta yang bisa memberikan government take (bagian untuk pemerintah) lebih baik.
Pada setiap tahapan ini, kata Archandra, pemerintah berpihak pada Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) dengan memberikan right to match, yaitu kesempatan untuk menyamakan penawaran.
Apabila penawaran Pertamina memberikan return atau hasil yang lebih baik, maka akan mendapatkan blok tersebut.
Namun jika kontraktor eksisting mengajukan penawaran yang lebih baik, maka Pertamina bisa menggunakan right to match.
“Untuk empat blok migas ini, Januari kita target selesai, kepada siapa akan diserahkan blok tersebut," tambah Arcandra dalam keterangan persnya Rabu.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, empat blok tersebut adalah bagian dari delapan blok yang terminasi tahun ini.
Mereka adalah Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera, Blok NSO, Blok Attaka, Blok Tengah dan Blok East Kalimantan.
Pemerintah sebelumnya sudah menawarkan semua blok terminasi tersebut pada Pertamina untuk dikelola. Namun perusahaan negara ini mengembalikan dua blok, yaitu Attaka dan East Kalimantan.
“Dua blok ini akan dilelang terbuka, sedang disiapkan dokumen penawaran. Maret akan diumumkan siapa pemenangnya," ujar Ego.
Pemerintah pun akhirnya memberikan kesempatan pada kontraktor eksisting untuk mengajukan penawaran terhadap enam blok yang sebelumnya ditawarkan pada Pertamina.
Namun, keputusan ini diubah lagi dengan kembali menyerahkan dua dari enam blok tersebut pada Pertamina, yaitu Blok Tengah dan Blok North Sumatera Offshore (NSO).
Alasannya, kata Ego, karena Blok Tengah merupakan unitisasi dengan Blok Mahakam yang mulai dikelola Pertamina tahun ini, sehingga lebih efisien.
Sedangkan Blok NSO, selama ini dikelola oleh Pertamina dan akan digabung dengan Blok NSB (North Sumatera B) yang lokasinya berdekatan.