Haydar Hadi
03 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
Haydar Hadi
ANKARA
Pemerintah regional Kurdi (KRG) bisa membayar 80 persen gaji pegawai negeri dari keuntungan hasil perdagangan minyak selama tiga bulan terakhir, kata Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Selasa.
Al-Abadi menjelaskan KRG menghasilkan keuntungan senilai USD1,6 miliar dari perdagangan minyak dalam kurun waktu tiga bulan saja. Dan jumlah itu, menurut dia, bisa digunakan untuk mengupah pegawai negeri di kawasan tersebut.
Namun itu tidak terjadi, sesal al-Abadi. Dia berjanji pemerintah pusat di Baghdad akan membuka data perdagangan minyak yang dilakukan KRG yang selama ini dituduh kurang transparan.
Sejak 2014, perjanjian pembagian untung hasil perdagangan minyak antara pemerintah pusat Irak dan KRG tidak berjalan.
Pendapatan KRG dari ekspor minyak melalui pelabuhan Ceyhan di Turki mencapai hampir USD416 juta di Oktober 2016, menurut laporan yang dirilis Kementerian Sumber Daya Alam KRG.