İqbal Musyaffa
26 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Lembaga survei Nielsen menilai kepercayaan konsumen masyarakat Indonesia tetap stabil dengan indeks 126 pada kuartal III 2018, menyusul pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan PDB sekitar 5 persen.
Pada periode setelah hari raya di kuartal kedua, pertumbuhan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia telah kembali ke tingkat pertumbuhan sebelumnya dengan volume konsumsi turun -1,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kata Nielsen dalam rilisnya, Rabu.
Menurut Marketing and Sales Effectiveness Nielsen Laura McCullough, Lima teratas kinerja kategori super FMCG di Indonesia pada kuartal III antara lain alat perawatan rumah tangga naik 1,9 persen, minuman tumbuh 1,5 persen, makanan naik 18,2 persen, farmasi naik 1,0 persen, dan perawatan pribadi tumbuh 1,0 persen.
McCullough menambahkan berdasarkan Kinerja Kanal Belanja Konsumen, minimarket menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,4 persen.
“Sementara perdagangan umum dan hypermarket/supermarket sedikit menurun, masing-masing sebesar -0,6 persen dan -5,2 persen,” jelas McCullough.
Preferensi kanal belanja konsumen Indonesia menurut dia, bergeser dari format besar ke kecil, didorong oleh tiga pertimbangan utama yakni keanekaragaman produk yang bagus, harga yang kompetitif, dan akses yang mudah dari area tempat tinggal.
Dalam hal kelompok konsumen, McCullough mengatakan keluarga yang matang dengan usia di atas 35 tahun mampu mempertahankan pola pengeluaran.
Sementara konsumen yang lebih muda dengan usia di bawah 35 tahun mengurangi pengeluaran dan konsumsi khususnya untuk kategori-kategori seperti makanan instan, minuman siap minum, perawatan pribadi dan farmasi.
“Kunci bagi produsen/manufaktur untuk mulai menjangkau konsumen yang lebih muda adalah dengan berinovasi melalui keragaman produk yang optimal, harga yang pas, dan cara yang benar untuk memenangkan konsumen yang lebih muda,” jelas McCullough.