Dandy Koswaraputra
26 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Lembaga survei internasional Nielsen merilis data adanya peningkatan belanja konsumen di Asia Pasifik kian meningkat.
Angka pertumbuhan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di Asia Pasifik naik 6,5 persen pada triwulan III tahun ini bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, angka FMCG meningkat 4,9 persen.
FMCG adalah produk yang memiliki perputaran omset yang cepat dengan biaya yang relatif rendah.
Produk FCMG memiliki masa simpan relatif singkat karena cepat rusak seperti sabun, peralatan mandi, dan barang konsumsi lainnya.
Marketing and Sales Effectiveness Nielsen Laura McCullough mengatakan harga rata-rata FMCG meningkat 2,1 persen pada triwulan III bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Harga FMCG juga meningkat 2 persen dari triwulan sebelumnya, kata McCullough.
Pertumbuhan volume FMCG di wilayah Asia Pasifik mencapai 4,4 persen dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 2,9 persen, kata dia.
Laporan Q3 2018 Nielsen Quarter By Numbers pada Rabu, menyebut India, Filipina, dan China mencatat pertumbuhan nilai tertinggi pada triwulan III tahun ini bila dibandingkan triwulan III tahun lalu dari 65 negara di dunia yang dianalisis Nielsen.
“FMCG di India tumbuh 16,5 persen, Filipina tumbuh 8,4 persen, sementara China tumbuh 7,3 persen,” jelas McCullough dalam sebuah rilis.
Keyakinan konsumen Asia Pasifik, menurut McCullough, sedikit meningkat pada kuartal ketiga dengan indeks naik 2 poin menjadi 114, yang didukung oleh meningkatnya optimisme tentang prospek pekerjaan lokal, keuangan pribadi, dan keinginan berbelanja.
Malaysia mencatat peningkatan kepercayaan konsumen tertinggi di kawasan itu dengan naik 10 poin menjadi 127, diikuti oleh Thailand naik 10 poin menjadi 112, dan Vietnam naik 9 poin menjadi 129.
"Konsumsi domestik terus memiliki potensi yang besar di Asia Pasifik, seiring dengan peluang ekspor," kata McCullough.
Dia menambahkan bahwa pertumbuhan PDB yang kuat secara keseluruhan, dengan pertumbuhan upah rata-rata yang mencapai dua digit dan kelas konsumen berkembang yang ingin meningkatkan kualitas hidup, akan mendorong konsumsi ke dalam kategori produk baru di FMCG, dan membantu mendorong pertumbuhan industri secara keseluruhan.