Muhammad Nazarudin Latief
27 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Malaysia tidak melakukan perang dagang melawan Uni Eropa (UE) tetapi hanya memberi tahu dunia masalah yang dihadapi karena pelarangan penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel, kata Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad.
Menurut Mahathir, seperti diberitakan oleh The Sun Daily, Malaysia tidak mengumumkan perang saat menyatakan Malaysia bisa membeli jet tempur dari negara lain, alih-alih dari perusahaan Eropa, tapi hanya karena perlakuan tidak adil terhadap produsen minyak sawit.
“Saya memberitahu dunia bahwa sangat tidak adil bagi negara kaya mencegah negara miskin menjadi lebih kaya dengan tidak membeli produk mereka. Itu saja. Ini bukan (menyatakan) perang dagang, ”katanya kepada wartawan seusai membuka dengan pameran Langkawi International Maritime and Aerospace 2019 (LIMA'19) Selasa.
Malaysia, kata Mahathir juga membuat kemajuan hubungan dagang dengan Afrika meski sempat melambat setelah era Najib Razak.
Ini adalah akan menjadi tantangan untuk meningkatkan hubungan karena keterbatasan waktu, ujar Mahathir.
“Saya berupaya mengembangkan hubungan baik dengan negara-negara Afrika. Negara-negara Afrika sangat kaya (dan) itulah sebabnya orang Eropa pergi ke sana dan masih pergi ke sana.
“Sekarang saya kembali sebagai perdana menteri, saya ingin melakukan hal yang sama. Satu-satunya masalah adalah bahwa saya memiliki periode waktu yang singkat dan saya menjejalkan 10 tahun kerja menjadi dua tahun. Jadi, ini agak sulit, ”katanya.
Mahathir mengatakan ada banyak pihak yang ingin berinvestasi di Malaysia tetapi pemerintah perlu menyaring untuk memastikan hanya investasi berkualitas yang disetujui.
"Kita harus melihat ke berbagai aspek karena kita tidak ingin masalah muncul nanti," katanya.
Mahathir menambahkan bahwa investasi yang disetujui juga perlu waktu untuk direalisasikan dan mereka tidak akan terjadi dalam semalam.
LIMA'19 diadakan di Pusat Pameran Internasional Mahsuri dan Resorts World Langkawi dan berakhir pada 30 Maret.