Iqbal Musyaffa
03 April 2020•Update: 03 April 2020
JAKARTA
Pemerintah akan merasionalisasi jumlah anak dan cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar perusahaan BUMN bisa fokus pada inti bisnis dan meningkatkan efisiensi usahanya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan fokus utama dari rasionalisasi tersebut adalah untuk konsolidasi dan efisiensi di BUMN baik melalui divestasi, likuidasi, merger, ataupun skema lainnya.
“Berdasarkan mapping saya, 70 persen anak cucu BUMN akan dikonsolidasikan,” ujar Menteri Erick dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan 70 persen perusahaan yang akan dikonsolidasikan berasal dari total usaha BUMN sebanyak 142 perusahaan dan bila ditambah dengan anak cucu bisa mencapai 800 perusahaan.
“Tentu ada dua tahap, pertama pas saya menterinya dan di menteri berikutnya karena ini proses,” tambah Menteri Erick.
Dia mengatakan terus memantau dan menekan para direksi BUMN untuk menjalankan rasionalisasi anak cuku usaha tersebut agar bisa diimplementasikan dengan baik sehingga tidak hanya menjadi wacana.
Menteri Erick mengatakan untuk tahap awal rasionalisasi akan dilakukan pada anak cucu usaha Garuda Indonesia dan Telkom karena sudah menjadi perusahaan publik untuk bisa fokus pada inti bisnis dan juga harus transparan agar para pemilik saham percaya.
Selain itu, rasionalisasi juga akan diterapkan di Pertamina sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada anak usaha Pertamina yang Go Public.
“Ini agar good corporate governance fokus pada core bisnis, efisiensi, dan fokus pada binsis proses dibanding project based,” ungkap dia.
Dia juga menjelaskan bahwa langkah ini sudah lama direncanakan dan bukan karena dampak dari penyebaran virus korona, sehingga tidak saling berkaitan dengan penyebaran pandemi global tersebut.
Menteri Erick juga menekankan dalam proses rasionalisasi dan konsolidasi anak cucu usaha BUMN tersebut harus meminimalisasi adanya pemecatan dan pemutusan hubunga kerja karyawan dengan cara menggabungkan karyawan ke perusahaan induk ataupun ke anak usaha lainnya.