İqbal Musyaffa
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR menyepakati angka-angka asumsi makro pendahuluan RAPBN 2019.
Rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menteri Keuangan, Gubernur BI, Menteri Bappenas/Kepala BPN, Kepala BPS di Jakarta, Selasa, memutuskan pertumbuhan ekonomi tahun depan pada rentang 5,2 hingga 5,6 persen.
Melchias Marcus Mekeng selaku pimpinan rapat memutuskan inflasi pada kisaran 2,5 hingga 4,5 persen, dengan nilai tukar antara Rp13.700 dan Rp14.000, serta suku bunga SPN 3 bulan pada kisaran 4,6 hingga 5,2 persen.
Rapat antara Pemerintah, bank sentral dan DPR menyatakan tingkat pengangguran terbuka berada pada 4,8 hingga 5,2 persen, tingkat kemiskinan 8,5 hingga 9,5 persen, rasio gini pada kisaran 0,38 hingga 0,39, dan indeks pembangunan manusia berada pada 71,98.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hasil kesepakatan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk menyusun nota keuangan untuk RAPBN 2019.
“Pemerintah akan mempertimbangkan dan memiliki kewajiban untuk mendesain APBN sebagai instrumen yang kredibel dan efektif,” ungkap dia.
Pada sisi lain, desain APBN yang akan disusuk untuk tahun depan menurut dia juga harus tetap bisa memberikan optimisme yang dibutuhkan.
“Kami pastikan sudah mencatat semua masukan yang ada sebagai pertimbangan penyusunan nota keuangan RAPBN 2019,” tegas Menteri Sri.