15 Juli 2017•Update: 15 Juli 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia menerima hibah dari Pemerintah Swiss sebesar USD75 juta untuk perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor swasta di Indonesia. Dana tersebut akan diterima dalam jangka waktu empat tahun, hingga akhir 2020 mendatang.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro mengatakan salah satu fokus penggunaan dana ini adalah mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi, terutama untuk meningkatkan performa industri pariwisata.
“Kelebihan Swiss adalah bidang pariwisata. The best hospitality school ada di Swiss. Kita minta mereka agar ahli dan pengalaman ditularkan. Untuk memperbanyak vokasi bidang pariwisata di Lombok (Nusa Tenggara Barat),”ujarnya seusai bertemu dengan Menteri Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann Schneider-Ammann, di Jakarta, kemarin.
Bappenas dan Kementerian Ekonomi Swiss, juga meluncurkan Strategi Kerjasama Swiss-Indonesia 2017-2020 di bidang pembangunan ekonomi. Strategi empat tahun ke depan tersebut menjelaskan komitmen hibah pemerintah Swiss dalam rangka mendukung perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor swasta di Indonesia.
Menurut Bambang, jika Indonesia ingin menjadi tujuan wisata dunia, maka harus mempersiapkan sumberdaya manusia yang tangguh serta mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan turis secara umum. Swiss, menurut Bambang adalah tempat yang tepat untuk belajar ilmu tersebut.
Selain itu, ada juga bantuan untuk pengembangan komoditas kakao di Sulawesi, demikian juga dalam bidang industri manufaktur, kayu dan makanan.
“Pengalaman di Swiss, dalam pendidikan vokasi itu 50% di antaranya adalah praktek. Sedangkan 50% lainnya di kelas. Kita juga harus mengubah sekolah kejuruan kita, tidak hanya di workshop sekolah tapi ada keterkaitannya dengan dunia usaha,”ujarnya.