Iqbal Musyaffa
23 September 2020•Update: 23 September 2020
JAKARTA
Pemerintah menggandeng platform digital seperti Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia, dan Shopee untuk memperluas penyaluran kredit usaha rakyat bagi pengusaha kecil menengah dan mikro.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto UMKM yang menjadi mitra platform digital bisa mengajukan kredit pada tiga bank penyalur, yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI.
“Total KUR yang sudah disalurkan mencapai Rp31,08 miliar yang diberikan kepada 294 debitur UMKM dalam platform digital,” jelas Menko Airlangga dalam konferensi pers peluncuran perluasan penyaluran KUR untuk UMKM digital secara virtual, Rabu.
Ada juga KUR super mikro sebesar Rp70 juta kepada 8 UMKM.
Menurut Menteri Airlangga penyaluran KUR ini merupakan tahap awal yang akan ditindaklanjuti dengan penyaluran KUR kepada 12 juta UMKM mitra platform digital.
Menurut dia, kinerja penyaluran KUR Januari hingga 18 September 2020 mencapai Rp111,21 triliun atau 58,53 persen dari target penyaluran 2020 sebesar Rp190 triliun untuk 3,28 juta debitur.
“Penyaluran KUR yang sangat baik tersebut juga diikuti dengan kualitas KUR yang terjaga dengan baik. Ini tercermin dengan tingkat NPL terjaga sebesar 0,87 persen pada September 2020,” lanjut dia.
Menko Airlangga menambahkan di tengah masa pandemi Covid-19 terdapat permintaan penambahan plafon KUR dari beberapa bank penyalur.
Hal tersebut menjadikan total plafon KUR tahun 2020 yang telah didistribusikan sebesar Rp208,85 triliun.
Jumlah tersebut termasuk Rp11,3 triliun plafon KUR Super Mikro dan permintaan tambahan plafon untuk skema lainnya.
“Upaya pemerintah dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk platform digital diharapkan dapat menumbuhkan kembali aktivitas usaha UMKM dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional,” imbuh Menko Airlangga.
Menurut dia, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM dengan memberikan kemudahan akses, penundaan pembayaran dan menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah dan meringankan UMKM.
Menurut dia pelonggaran kebijakan KUR merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang memperkuat daya beli (demand) dan produksi (supply).
Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun dari anggaran penanganan Covid-19 yang sebesar Rp695,20 triliun pada 2020 dan masih akan berlanjut tahun depan.
Menurut dia, UMKM menjadi prioritas pemulihan karena perannya yang strategis bagi perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 61,1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja atau 116,9 juta orang.