Magnus Hendratmo
08 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Magnus Hendratmo
BOYOLALI
Dedi Kurniawan, 29 tahun, menyematkan nama Pencari Surga sebagai merek usahanya. Ayah satu putra ini adalah pengusaha pembuatan kubah masjid di Boyolali, Jawa Tengah.
“Banyak pembangunan masjid baru, artinya banyak kebutuhan kubah,” kata Dedi kepada Anadolu Agency pada Minggu.
Saat memulai usaha ini, Dedi memiliki gagasan membuat kubah masjid berbahan ringan namun kuat, agar mudah ketika mengaplikasikannya. Lantas terbersit untuk membuat kubah berbagai ukuran dengan bahan pipa baja ringan berpadu seng galvanis.
Pengusaha asal Trenggalek, Jawa Timur, ini memilih Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, sebagai tempat rumah produksi.
Usahanya menuai hasil. Hari demi hari pesanan mengalir.
Banyaknya pesanan itu, kata Dedi, juga karena lokasi rumah produksinya yang strategis di pinggir jalan yang menyatukan Jogja dan Solo.
Tak sedikit pemesan yang mulanya hanya mampir, bertanya-tanya, meminta nomor ponsel, lantas memesan kubah di kemudian hari.
Harga yang dipatok beragam, sesuai permintaan konsumen. Untuk kubah masjid berdiameter 50 cm dan tinggi 100 cm, Dedi menjualnya seharga Rp1.500.000. Harga itu sepaket hingga kubah terpasang di masjid. Untuk wilayah Jogja dan Solo Dedi membebaskan biaya kirim.
Sedang untuk kubah berdiameter 250 cm setinggi 250 meter, Dedi mematok harga Rp12.000.000. Harga termahal berkisar Rp45.000.000.
“Harga bisa dikompromikan, terkait dengan jarak pengiriman,” katanya.
Bagi Dedi, bisnis properti memiliki prospek bagus.
“Tidak ada matinya, modalnya harus kreatif,” katanya.
Bisnis Pencari Surga tak hanya berhasil mengepulkan asap dapur rumah Dedi, namun juga menjadi sumber penghidupan bagi 20 orang pegawai yang seluruhnya berasal dari tanah kelahirannya.
“Omzetnya lumayan,” kata Dedi yang enggan menyebutkan angka.
Sebulan terakhir ini, Dedi tengah sibuk menyiapkan kubah untuk masjid milik salah satu universitas Islam ternama di Yogyakarta, berikut ornamen-ornamennya.