İqbal Musyaffa
26 April 2019•Update: 26 April 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Koordinator Perekonomian memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun ini akan berada di atas 5,1 persen dan kemungkinan bisa mencapai angka 5,2 persen.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan faktor pendorongnya adalah telah masuknya masa panen sehingga pertumbuhan dari sektor pertanian akan meningkat, meskipun belum terlalu banyak.
“Masa panen di Januari hingga Maret, tetapi puncaknya pada April atau awal triwulan II,” jelas dia seusai salat Jumat di Jakarta.
Menurut Menko Darmin, masa panen pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu yang mengalami keterlambatan sehingga dia merasa pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan membaik.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,2 persen, atau lebih baik dari pertumbuhan pada triwulan yang sama tahun lalu sebesar 5,06 persen.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan itu didorong dari konsumsi dalam negeri yang membaik pada periode Januari-Maret.
Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi tersebut juga didorong oleh stabilitas keuangan dengan masih derasnya kucuran modal asing ke dalam negeri.
“Sinergi dari kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh BI, Pemerintah, OJK dan otoritas lain yang sudah kita tunjukkan sejak tahun lalu juga mendorong pertumbuhan,” ujar Perry.
Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin membaik pada tahun ini dengan rentang pertumbuhan dari 5 persen hingga 5,4 persen.