Pizaro Gozali Idrus
10 September 2021•Update: 11 September 2021
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri pada Jumat mengatakan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) sangat penting dalam menjaga pasar tetap terbuka saat kawasan itu berjuang menuju kebangkitan ekonomi.
Berpidato dalam pembukaan China-Asean Expo ke-18 (CAExpo), Ismail Sabri meminta semua mitra RCEP memperkuat kerja sama multilateral dalam membantu kawasan menghadapi krisis Covid-19.
RCEP adalah perjanjian perdagangan bebas, yang ditandatangani pada November tahun lalu, oleh 10 negara ASEAN bersama Australia, China, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan.
RCEP, lanjut Ismail Sabri, memberikan peluang besar untuk memperkuat rantai pasokan regional dan bisnis untuk mendiversifikasi jaringan produksi.
“Saat kami mengubah kesulitan menjadi peluang, perjanjian ini akan berfungsi sebagai alat integral yang membantu kami menavigasi kawasan kami menuju pemulihan dan pertumbuhan di masa depan,” ucap dia.
Tahun ini menandai peringatan 30 tahun pembentukan hubungan dialog antara ASEAN dan China.
China tetap menjadi tujuan ekspor terbesar Malaysia selama 12 tahun berturut-turut pada tahun 2020, dengan total ekspor tercatat sebesar USD37,92 miliar, yang berkontribusi terhadap 16,2 persen dari total ekspor negara tersebut.
CAexpo digelar selama empat hari mulai Jumat di Nanning, China, baik secara daring maupun luring.
Pameran tahunan yang diresmikan pada 2004 itu merupakan platform penting untuk mempromosikan perdagangan dan hubungan bilateral antara China dengan ASEAN.