06 September 2017•Update: 07 September 2017
Hader Glang
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Pemerintahan AS pada Selasa berkomitmen menyumbang USD 14,3 juta (PHP 730 juta) untuk bantuan darurat dan pemulihan bagi komunitas warga yang terdampak oleh konflik yang terjadi di kota Marawi, Filipina dan daerah sekitarnya.
Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim mengumumkan dana itu pada diskusi dengan pers di Kedutaan Besar AS di Manila.
Kim mengatakan konflik Marawi merupakan "tantangan terbesar" yang dihadapi hubungan 71 tahun antara Manila dan Washington.
"Amerika Serikat sangat berkomitmen pada hubungan ini dan tetap bersedia mendukung teman dan sekutu kami menghadapi tantangan dan kesempatan," kata Kim dalam pernyataan yang ditulis di situs resmi Kedubes AS.
"Kita semua menunggu akhir krisis ini dan penyelesaian konflik dan tempur. Kita tetap dan terus akan mendukung pemerintahan upaya pemerintahan Filipina menghadapi krisis ini."
Dia mengatakan sumbangan sebesar USD 14,3 juta itu akan disalurkan melalui organisasi AS yang bertanggung jawab mengurus dana bantuan internasional, USAID.
Bantuan itu akan diberikan dalam bentuk air minum bersih, peralatan kebersihan, peralatan dapur, bahan bangunan, 18 fasilitas untuk merawat penyakit dan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, AS juga akan menyediakan pelayanan publik dasar seperti fasilitas kesehatan, air, listrik, membuka diskusi komunitas, membangun ulang sistem kesehatan dan pelatihan keterampilan serta konseling bagi remaja.
Pertempuran di Marawi telah menewaskan ratusan orang dan berujung pada krisis kemanusiaan dalam skala besar, mengusir sekitar 400.000 warga dari rumah mereka.
Perang itu mendorong Presiden Rodrigo Duterte menerapkan darurat militer di seluruh Mindanao hingga akhir tahun.