02 Agustus 2017•Update: 03 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA, Filipina
Presiden Rodrigo Duterte menggelar pertemuan darurat dengan anggota parlemen di istana kepresidenan untuk membicarakan mengenai ancaman teror baru di Mindanao.
“Mereka menemukan adanya rencana teror baru di wilayah lain di Mindanao. Presiden menginginkan perkembangan kabar terbaru,” kata Senator Vicente Sotto III seperti dikutip oleh Rappler.
Sotto mengatakan sedikitnya ada 3 wilayah di Mindanao berada di bawah ancaman serangan teror baru.
Sotto dan anggota parlementer lainnya mendukung perpanjangan kekuasaan militer di Mindanao sampai akhir tahun untuk memberi waktu lebih banyak kepada presiden untuk menangani teroris yang memiliki terkait dengan Daesh.
Duterte juga memberi perkembangan terbaru kepada legislator tentang pelaksanaan darurat militer dan perkembangan krisis Marawi. Perpanjangan masa darurat militer hingga 31 Desember disetujui oleh anggota parlemen pada 22 Juli.
Pulau Mindanao berada di bawah darurat militer selama 60 hari, dimulai 23 Mei, sejak adanya serangan kelompok terkait Daesh, Maute, di Marawi.