Parach Mach
JUBA, Sudan Selatan
Sekitar 100 orang tewas dan puluhan lainnya terluka sejak kekerasan merebak pada Minggu antara pasukan pemerintah dan pemberontak, menurut juru bicara militer.
Bentrokan terjadi di wilayah timur laut Sudan Selatan yang mengalami gejolak dalam beberapa tahun terakhir. Pemberontak merupakan warga yang masih setia kepada mantan Wakil Presiden Riek Macher.
Ketegangan ini muncul di tengah upaya dimulainya perbincangan perdamaian antara kedua kubu yang ditengahi oleh blok regional Afrika timur IGAD.
Juru bicara militer Brigader Jenderal Lul Ruai Koang mengatakan kepada Anadolu Agency pada Rabu kekerasan di kota Waat menewaskan 5 prajurit dan 91 pemberontak.
Koang mengatakan bentrokan yang mulai hari Minggu itu tak kunjung reda hingga Selasa dan jumlah korban pun diperkirakan meningkat.
"Kami diserang oleh pasukan oposisi yang memihak pada Riek Machar; namun kami menyerang balik dan menewaskan 91 orang," kata dia.
Juru bicara pihak pemberontak Mabior Garang Mabior menuduh pasukan pemerintah melanggar perjanjian gencatan senjata. Mabior mengklaim pihaknya menewaskan beberapa prajurit setelah pasukan pemerintah mulai menyerang mereka.
Sudan Selatan mengalami konflik antara pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Salva Kiir dan pemberontak di pihak Machar sejak Desember 2013.
Konflik itu menewaskan puluhan ribu orang, mengusir hampir empat juta warga, termasuk lebih dari sejuta pengungsi yang melarikan diri ke Uganda.
Pemimpin regional dan dunia menyerukan agar konflik disana segara berakhir namun upaya perdamaian antara pihak-pihak terlibat belum mencapai kesepakatan.
news_share_descriptionsubscription_contact

