Erric Permana
09 April 2018•Update: 10 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bakal memanggil pimpinan Facebook Asia Tenggara pada Senin pekan depan terkait dengan bocornya data pengguna Facebook di Indonesia.
Ketua Komisi I Abdul Haris Almasyhari mengatakan berdasarkan rencana awal pertemuan itu rencananya akan digelar pada Rabu besok. Namun, dibatalkan.
"Rencananya Rabu besok, tapi mundur karena Pimpinan Facebook Asia Tenggara pada Rabu masih di Amerika," ujar Abdul Haris saat dihubungi Anadolu Agency pada Senin 9 April 2018 melalui sambungan telepon.
Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Komisi I DPR akan meminta penjelasan mengenai bocornya data pengguna itu.
"Kita sangat menyayangkan terjadinya kebocoran, ini tidak boleh terjadi karena bisa jadi data ini jatuh ke orang yang tidak bertanggung jawab dan bisa digunakan untuk hal yang membahayakan," jelas Abdul Haris.
Sanksi pun, tambah dia, bisa diberikan kepada raksasa media sosial ini. Namun, dia tidak berkomentar lebih jauh karena ingin masih ingin mendengar penjelasan dari pihak Facebook, serta meneliti lebih jauh soal ada tidaknya aturan hukum yang dilanggar.
"Jangan sampai data warga Indonesia yang disalahgunakan. Harus dilindungi betul dan kalau tidak bisa melindungi, ya ditutup saja. Tidak ada masalah kan buat kita," tegas dia.
Sebelumnya, media sosial ciptaan Mark Zuckerberg ini mengakui adanya kebocoran data 87 juta akun penggunanya.
Bocornya data itu pertama kali diungkap oleh mantan pimpinan lembaga penelitian Cambridge Analytica.
Akun yang paling banyak dibobol adalah milik pengguna asal Amerika Serikat, yakni 70,63 juta dan akun asal Filipina sebanyak 1,17 juta. Indonesia menjadi negara terbesar ketiga yang data pribadi penggunanya bocor, dengan jumlah mencapai 1,09 juta.