Junaidi Hanafiah
20 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Junaidi Hanafiah
BANDA ACEH, Indonesia
Debu akibat letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara kemarin sempat menutupi langit sejumlah daerah di Provinsi Aceh hingga hari ini.
Daerah-daerah di Aceh yang dilaporkan terkena dampak debu dari letusan Gunung Sinabung yaitu, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Zulkarnaini, salah seorang warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur menyebutkan, dirinya mulai merasakan ada debu di udara setelah melihat kaca mobil miliknya tertutupi debu saat sedang parkir di depan rumah.
“Mobil baru saya cuci, rumah juga jauh dari jalan raya, tapi kaca berdebu, saya lihat mainan anak-anak yang berada diluar rumah juga tertutupi debu sangat halus, saya tanya kawan-kawan juga mengaku hal yang sama, akhirnya kami menyakini debu ini berasal dari letusan Gunung Sinabung,” sebut Zulkarnaini pada Anadolu Agency, Selasa.
Melihat debu semakin tebal, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah membagikan masker untuk masyarakat yang melintas di jalan. Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota bersama kepolisian.
“Pagi ini langit masih tidak terlihat seperti mendung, tapi cuaca panas, aktivitas juga belum ada yang terlihat terganggu,” sebut Zulkarnaini.
Membagi masker
Data yang dihimpun dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Aceh, setelah Gunung Sinabung kembali mengeluarkan debu vulkanik, debu awalnya bergerak ke Aceh Tenggara, kabupaten di Aceh yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, lalu bergerak ke Gayo Lues dan Aceh Tamiang.
“Setelah itu debu vulkanik itu mulai menyebar ke daerah lain di Aceh, masyarakat bersama pemerintah daerah yang berdampak debu tersebut, sejak malam langsung berinisiatif membagi masker,” sebut Ketua F-PRB Aceh, Nasir Nurdin.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar menyebutkan, debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung mengarah ke Tengah, dan Barat-Selatan Aceh.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang Aceh, Zakaria mengatakan, di Aceh, daerah yang paling berdampak debu vulkanik tersebut adalah Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan Aceh Selatan.
“Beberapa daerah lain di Aceh juga berdampak, tapi tidak separah empat daerah yang saya sebutkan tadi,” ujar Zakaria.
Zakaria mengatakan karena pergerakan angin, debu akibat letusan Gunung Sinabung lebih banyak mengarah ke Provinsi Aceh dibandingkan ke daerah Sumatera Utara.
Erupsi pertama cukup kuat menyemburkan awan panas hingga mencapai 5.000 meter lebih dengan tekanan amplitudo mp 120 mm, dan lama gempa terjadi 607 detik.
“Di Aceh Tenggara, debu vulkanik itu sangat terasa di Kecamatan Babulrahmah, Lawe Sigala-gala, dan Lawe Bulan. Jarak luncur sektoral debu ke arah Selatan-Tenggara 4.900 meter, dan sektoral Tenggara-Timur 3.500 meter,” kata Zakaria
BMKG telah menghimbau agar masyarakat di daerah-daerah yang berdampak debu Gunung Sinabung tetap bertahan di dalam rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.